Senin, 14 Januari 2013

Ibnu Rusyd

Ibnu Rusyd atau nama lengkapnya Abu Walid Muhammad Ibnu Ahmad lahir di Kordova pada tahun 1126. Beliau ahli falsafah yang paling agung yang pernah dilahirkan dalam sejarah Islam. Pengaruhnya bukan saja berkembang luas didunia Islam, tetapi juga di kalangan masyarakat di Eropa. Di Barat, beliau dikenal sebagai Averroes.
Keturunannya terdiri dari golongan yang berilmu dan ternama. Orang tuanya merupakan kadi di Kordova. Oleh itu, beliau telah disarankan untuk berguru dengan Ibnu Zuhr yang kemudiannya menjadi rekan karibnya.
Ibnu Rusyd mempelajari ilmu fiqih dari rekannya yang juga merupakan tokoh yang terkenal di Spanyol yaitu Ibnu Zuhr yang pernah bertugas sebagai doktor di istana di Andalusia.
Sebelum meninggal dunia, beliau telah menghasilkan bukunya yang terkenal Al Taysir. Buku itu telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan bahasa Inggris dengan judul Faclititation of Treatment.
Selain menjalin hubungan yang akrab dengan Ibnu Zuhr, Ibnu Rusyd juga mempunyai hubungan yang baik dengan kerajaan Islam Muwahidin. Ibnu Rusyd dilantik sebagai hakim di Sevilla pada tahun 1169. Dua tahun kemudian, beliau dilantik menjadi hakim di Kordova.
Selepas beberapa waktu menjadi hakim, beliau dilantik sebagai doktor istana pada tahun 1182 atas dasar saran Ibnu Tufail. Banyak yang merasa cemburu dengan kedudukan Ibnu Rusyd. Karena desakan dan tekanan pihak tertentu, beliau dibuang ke daerah Alaisano.
Setelah selesai menjalani hukuman pembuangannya, beliau pulang kembali ke Kardova. Kehadirannya di Kardova bukan saja tidak diterima, tetapi beliau telah disisihkan oleh masyarakat serta menerima berbagai penghinaan dari masyarakatnya.
Pada akhir usianya, kedudukan Ibnu Rusyd dipulihkan kembali ketika Khalifah Al-Mansur Al-Muwahidi menyadari kesalahan  yang dilakukannya. Namun, segala penghormatan yang diberikan kepadanya tidak sempat dirasakan oleh Ibnu Rusyid karena beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada tahun 1198.
Kematiannya merupakan kehilangan yang cukup besar bagi kerajaan dan umat Islam di Spanyol. Beliau tidak meninggalkan satupun harta benda melainkan ilmu dan tulisan dalam berbagai bidang seperti falsafah,  ilmu kalam, ilmu falak, fiqh, musik, astronomi, tata bahasa, dan nahu.
Antara karya besar yang pernah dihasilkan oleh Ibnu Rusyd termasuk Kulliyah fit-Thibb yang terdiri dari 16 jilid, Mabadil   Falsafah (Pengantar Ilmu Falsafah) dan Tafsir Urjuza
Karya tulisan tersebut menunjukkan betapa penguasaan Ibnu Rusyd dalam berbagai bidang dan cabang ilmu begitu ketara sekali sehingga usaha untuk menerjemahkan tulisan beliau telah dilakukan ke dalam bahasa lain. Buku Kulliyah fit-Thibb telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada tahun 1255 oleh Bonacosa, orang Yahudi.
Kemudian buku itu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul General Rules of Medicine. Hasil pemikiran yang dimuat dalam tulisannya, terutama dalam bidang falsafah, telah memengaruhi ahli falsafah Barat. Dua orang ahli falsafah Eropa, yaitu Voltaire dan Rousseau dikatakan bukan sekadar terpengaruh oleh falsafah Ibnu Rusyd, tetapi memperoleh ilham dari membaca karyanya.
Pemikiran Voltaire dan Rousseau telah mencetuskan  era Renaissance di Prancis sehingga meruntuhkan pengaruh Eropa keseluruhannya sebagaimana yang ada sekarang ini. Masyarakat Barat sebenarnya terhutang budi kepada Ibnu Rusyd karena pemikirannya, baik secara langsung ataupun tidak langsung, telah mencetuskan revolusi di benua Eropa.
Pemikirannya memungkinkan masyarakat di sana keluar dari zaman kegelapan menuju era kemajuan industri yang pesat. Rumah sakit Les Quinze-Vingt yang juga merupakan rumah sakit  pertama di Paris didirikan oleh Raja Louis IX  berdasarkan model rumah sakit Sultan Nuruddin di Damsyik yang dasar pembuatannya merupakan hasil dari pemikiran Ibnu Rusyd.
Ibnu Rusyd juga telah menulis sebuah buku tentang musik yang diberi judul De Anima Aristoteles (Commentary on the Aristotle's De Animo). Hasil karyanya ini membuktikan betapa  Ibnu Rusyd begitu terpengaruh dan tertarik oleh ilmu logika yang dikemukakan oleh ahli falsafah Yunani, Aristoteles.
Pembicaraan falsafah Ibnu Rusyd banyak tertumpu pada persoalan yang berkaitan dengan metafisika. Beliau telah mengemukakan pemikiran yang bernas lagi jelas.
Ketika Ibnu Rusyd memberi penekanan tentang kepentingan menjaga kesehatan. Beberapa pandangan yang dikemukakan dalam bidang kedokteran juga didapati mendahului zamannya. Beliau pernah menyatakan bahwa demam campak hanya akan dialami oleh setiap orang sekali saja.Beliau juga merangkum pembedahan dan fungsi organ di dalam tubuh manusia.
Ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh Ibnu Rusyd turut menjangkau bidang yang berkaitan dengan sosial ketika beliau mencoba membuat pembagian masyarakat itu kepada dua golongan yaitu golongan elit yang terdiri dari ahli falsafah dan masyarakat awam.
Pembagian strata sosial ini merupakan asas pengenalan pembagian masyarakat berdasarkan kelas seperti yang dilakukan oleh ahli falsafah setelahnya, seperti Karl Max dan mereka yang sealiran dengannya.
Apabila melihat keterampilan Ibnu Rusyd dalam berbagai bidang ini, maka tidak ada keraguan lagi, beliau merupakan tokoh ilmuwan Islam yang tiada tandingannya. Malahan dalam banyak perkara, pemikiran Ibnu Rusyd jauh lebih besar dan berpengaruh jika dibandingkan dengan ahli falsafah yang pernah hidup sebelum zamannya ataupun selepas kematiannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar